Berita Majalah di Dunia Saat Ini – Magasnews

Sejarah Awal Penemuan Majalah

Sejarah Awal Penemuan Majalah

Sejarah Awal Penemuan Majalah – Menurut filsuf Inggris Francis Bacon, mesin cetak adalah salah satu dari tiga penemuan yang “mengubah seluruh wajah dan keadaan di seluruh dunia”. Sebelum mesin cetak ditemukan, buku harus disalin dengan susah payah dengan tangan. Ketika Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak pada tahun 1440, dia menciptakan cara agar pengetahuan dapat diproduksi secara massal untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia. Dalam satu abad setelah kemunculannya, mesin cetak digunakan untuk mencetak pamflet, almanak dan buletin selain Alkitab dan materi keagamaan.

Sejarah Awal Penemuan Majalah

Pada tahun 1663, teolog dan penyair Jerman Johann Rist membuat sebuah terbitan berkala yang disebut Erbauliche Monaths-Unterredungen (“Diskusi Bulanan yang Mendidik”). Secara luas dianggap sebagai salah satu contoh paling awal dari majalah modern, lembaran tersebut bertahan selama lima tahun dan mencakup banyak sekali jurnal serupa di Inggris, Prancis, dan Italia. Para intelektual muda yang berbudaya siap melahap majalah, yang merangkum buku-buku baru dan menyambut artikel-artikel ilmiah. http://www.realworldevaluation.org/

Pada 1672, “majalah berkala hiburan” pertama diterbitkan. Le Mercure Galant (kemudian disebut Mercure de France), diciptakan oleh penulis dan penulis drama Prancis Jean Donneau de VizĂ©. Publikasi tersebut berisi berita, lagu, sajak pendek dan gosip. Meskipun diremehkan oleh penulis lain pada masa itu karena kontennya yang lucu daripada intelektual, terbitan berkala itu menjadi sangat populer di Prancis. http://www.realworldevaluation.org/

Tahun 1700-an mengantar masa peningkatan melek huruf dan kecakapan intelektual, terutama di kalangan wanita. Rasa lapar masyarakat akan pengetahuan memungkinkan majalah menjadi bahan pokok budaya populer. Pencetak bahasa Inggris menghasilkan tiga terbitan berkala esai yang mengatur panggung untuk majalah modern: The Review karya Daniel Defoe (diterbitkan 1704-13); Sir Richard Steele The Tatler (diterbitkan 1709-11); dan Addison and Steele’s The Spectator (diterbitkan 1711-12). Sejak terbitan berkala beberapa kali seminggu, majalah itu menyerupai surat kabar modern kita. Namun, isinya lebih mirip dengan majalah modern.

Review menerbitkan esai opini tentang peristiwa nasional dan internasional. The Tatler dan The Spectator berusaha untuk “menghidupkan moralitas dengan kecerdasan, dan untuk meredam kecerdasan dengan moralitas.” Kedua publikasi ini memengaruhi tata krama dan pemikiran pada masa itu. Terbitan berkala ini mewakili jalan tengah antara penelitian mendalam yang ditemukan di buku dan rekap cepat yang ditemukan di surat kabar. Mereka mengatur panggung untuk konsep majalah modern kita.

Pada tahun 1731, seorang Inggris bernama Edward Cave menerbitkan sebuah majalah berkala berjudul The Gentleman’s Magazine. Dia menemukan kata “majalah” dari kata Arab makhazin, yang berarti gudang. Tujuan Cave adalah untuk membuat majalah yang menarik bagi masyarakat umum. Terbitannya berisi segala hal mulai dari esai dan puisi hingga cerita dan renungan politik. Cave mencapai dua prestasi yang patut dicatat: ia menciptakan istilah “majalah”, dan ia adalah penerbit pertama yang berhasil membuat publikasi berskala luas.

Pada tahun 1842, agen koran Inggris Herbert Ingram membuat majalah bergambar pertama. Setelah menyadari bahwa sketsa dan ilustrasi berwarna berkontribusi pada penjualan majalah, Ingram mulai menerbitkan The Illustrated London News. Majalah berita dan seni mingguan dipenuhi dengan lusinan desain ukiran kayu. The Illustrated London News juga mendapat kehormatan sebagai majalah pertama yang memasukkan foto.

Sejarah Awal Penemuan Majalah

Sejarah Distribusi Majalah

Majalah awal sering dibeli di kios koran. Namun secara bertahap, sebagian besar perusahaan mulai mendistribusikan majalah mereka dengan berlangganan. Langganan menjamin bahwa pelanggan akan menerima setiap terbitan baru dari publikasi tersebut.

Saat ini, orang dapat membeli majalah per terbitan atau dengan berlangganan. Beberapa majalah diberikan secara gratis, seperti majalah maskapai penerbangan dalam penerbangan. Banyak majalah modern hadir dengan komponen digital yang membuat mereka memenuhi syarat untuk konten online tambahan.